Kayuagung, Humas—Pembimbing tahfidz MAN IC OKI mengikuti kegiatan workshop sekaligus uji coba aplikasi baru, E-Tahfidz, pada Kamis (19/8) di Laboratorium Komputer MAN IC OKI. E-Tahfidz merupakan aplikasi inovasi yang dikembangkan MAN IC OKI dalam pembinaan tahfidz di era pandemi Covid-19.
Pada Tahun Pelajaran 2021/2022, MAN IC OKI menyelenggarakan pembelajaran secara blanded. Peserta didik kelas XII mengikuti PTM Terbatas. Sementara kelas X dan XI belajar dari rumah (BDR). Selama ini, pembinaan tahfidz dilakukan secara langsung di Rumah Tahfidz Darunnajah bagi peserta didik tatap muka dan via video conference bagi peserta didik yang di rumah. Untuk itu, perlu dikembangkan sebuah aplikasi inovatif untuk mengakomodir pembinaan tahfidz dalam kondisi ini.
H. Kiagus Faisal, Kepala MAN IC OKI, mengemukakan bahwa, “Pengembangan aplikasi yang kita beri nama E-Tahfidz Darunnajah ini merupakan sebuah inovasi untuk beradaptasi di era serba digital seperti ini.”
Faisal juga menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini sudah dilakukan sejak 1,5 bulan yang lalu. Hal ini untuk tetap menjalankan program tahfidzul Quran bagi peserta didik MAN IC OKI meskipun secara jarak jauh.
Dalam workshop tersebut, Kgs. M. Iqbal, sebagai narasumber yang berkesempatan memberikan pelatihan. Ia fokus melatih pembimbing dalam penggunaan aplikasi.
Secara umum, ia pun menjelaskan penggunaan aplikasi E-Tahfidz.
Pertama, pembimbing menginput data peserta didik yang tergabung dalam kelompok tafidz-nya, yaitu berupa nama lengkap, kelas, dan email.
Kedua, pembimbing dapat melihat data peserta didik khusus dari akun pembimbing. Termasuk progress capaian hafalan peserta didik, mulai dari jumlah ayat, surah, sampai dengan lembar atau juz-nya.
Ketiga, peserta didik yang berada di rumah dapat menggunakan aplikasi ini untuk setoran tahfidz, membaca Al Quran, dan murajaah. Setoran dan murajaah dilakukan dengan meng-upload video, lalu pembimbing akan mengeceknya dan menyetujui atau memintanya menghafalkan ulang. Sementara itu, peserta didik yang berada di madrasah, cukup pembimbing yang menginput data dari hasil setoran langsungnya.
Keempat, kepala madrasah secara menyeluruh dapat mengetahui progress dan kegiatan yang dilakukan oleh pembimbing dan peserta didik melalui akun monitoring kepala madrasah.
Kelima, ujian tahfidz dan sertifikat hasil ujian bisa didownload langsung dari aplikasi tersebut.
Kgs. M. Iqbal juga menjelaskan hal-hal teknis lainnya. Ia pun berharap, aplikasi ini dapat digunakan dengan baik.
Dalam workshop yang juga dihadiri langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keasramaan, Habibah. Ia berharap dengan adanya aplikasi ini dapat memberikan kemudahan dan keleluasaan peserta didik untuk menghafal dan setor hafalannya kapan pun dan dari mana pun. Sehingga, capaian minimal 3 Juz akan tercapai meskipun siswa berada di rumah. (Af)