.:: SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAN INSAN CENDEKIA OKI ::.

 

Hari Pahlawan ditetapkan untuk memperingati perjuangan para pahlawan yang gugur dalam pertempuran melawan penjajah dari bumi pertiwi, puncaknya pada peristiwa heroik 10 November 1945 di Surabaya banyak korban berjatuhan sehingga diperingati setiap tahunnya.


Hari pahlawan tidak hanya sekedar diperingati setiap tanggal 10 November saja, melainkan harus tertanam di dalam hati dan jiwa kita masing-masing sehingga kita dapat mengimplementasikan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari. Menanamkan semangat kebangsaan dan berbudi pekerti luhur adalah kewajiban setiap bangsa Indonesia. Rasa cinta kepada tanah air akan menggerakan hati kita untuk selalu mengembangkan diri, berprestasi, berinovasi, dan mengembangkan potensi sesuai dengan bidang masing-masing.


Sebagai seorang guru, sudah seyogyanya menjadi teladan untuk anak didik. Mendidik anak bangsa adalah tonggak awal dari membentuk karakter bangsa, guru sebagai pahlawan saat ini berperan fundamental dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepahlawanan. Pahlawan masa kini, ialah seseorang yang telah berjasa tapi lebih kepada seberapa besar kita dapat menginspirasi orang-orang terdekat kita untuk hidup lebih baik dan seberapa mampu kita meyakinkan diri kita sendiri untuk menjadi lebih baik.
Peringatan hari Pahlawan tahun 2021 dimana kita masih diperhadapkan dengan situasi pandemi covid-19. Sekiranya jangan dijadikan halangan untuk memperingati hari bersejarah ini, tetapi diharapkan dapat berlangsung secara hikmat dan tidak kehilangan makna. Maksud dari peringatan hari pahlawan ini, kita dapat mengenang kegigihan para pahlawan dalam mempertahankan NKRI, mendoakannya serta meneladahi nilai-nilai luhur untuk membangun negeri ini. Pesan pahlawan Nasional;
Moh. Hatta
“Pahlawan yang setia itu berkorban, bukan buat dikenang namanya, tetapi semata-mata untuk membela cita-cita.”
Bung Tomo
“Jangan memperbanyak lawan, tetapi perbanyaklah kawan.”
Cut Nyak Dien:
"Kita tidak akan menang bila kita masih terus mengingat semua kekalahan."


Mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi lebih baik, bertangungjawab atas pekerjaan kita, menolong sesama, gotong royong, tidak melakukan provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum, dan terus menjaga pertahanan serta kesatuan NKRI. (SA)