.:: SELAMAT DATANG DI SITUS RESMI MAN INSAN CENDEKIA OKI ::.

 

literasi

Kayuagung, Humas

Peserta didik MAN Insan Cendekia OKI ikuti kegiatan Baca Buku 15 Menit Sebelum Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) di depan kelas masing-masing (28/7). Mereka membaca buku yang telah disediakan oleh perpustakaan madrasah dana tau bukunya sendiri yang direkomendasikan tim literasi. Kegiatan ini menjadi salah satu sub-program literasi baca-tulis MAN IC OKI.

Gerakan Literasi MAN Insan Cendekia OKI terus digulirkan melalui program-programnya, yang terdiri dari program (1) Literasi Baca Tulis, (2) Literasi Numerasi, (3) Literasi Sains, (4) Literasi Digital, (5) Literasi Finansial, (6) Literasi Budaya dan Kewargaan.

Program literasi yang fokus dikembangkan pada tahun ini, MAN IC OKI menggeber literasi digital, sains, dan baca-tulis.

Kepala MAN Insan Cendekia OKI, H. Kiagus Faisal mengatakan bahwa ketiga program ini menjadi program prioritas pada tahun ini.

“Sebagai madrasah yang bertipologi akademik, MAN IC OKI menargetkan tahun ini sukses pada literasi baca tulis, sains, dan digital.” terang Faisal.

Dalam literasi baca-tulis, peserta didik harus mampu membaca beberapa buku dalam satu bulan dan selanjutnya peserta didik wajib menyusun karya tulis ilmiah. Pada literasi sains, peserta didik harus menguasai ilmu pengetahuan sains dan mampu berkompetisi dalam berbagai ajang olimpiade, seperti OSN-KSM. Sementara itu, literasi digital diwajibkan kepada peserta didik untuk memiliki kompetensi computational thinking.

Akan tetapi, Beliau pun mengatakan bukan berarti program lainnya tidak dijalankan. Justru, dalam rangka Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) semua bidang tersebut haruslah dikuasai peserta didik.

“Tetapi dalam prosesnya, apalagi kita madrasah yang wajib tuntas KBM dan banyak juga kegiatan akademiknya, maka semua kompetensi literasi sebenarnya sudah terakomodir”, lanjut Faisal.

Duta Penggerak Literasi, Afryansyah menuturkan bahwa program-program literasi yang ada di MAN IC OKI sebenarnya sudah berjalan dengan baik di berbagai bidang yang terintegrasi.

“Kita sudah lama implementasikan ini (program literasi). InsyaAllah sudah sukses untuk berbagai bidang literasi. Misalnya dalam literasi digital dan baca tulis, peserta didik memanfaatkan referensi yang ada di dunia maya dari jurnal-jurnal internasional untuk menjadi referensi penulisan KTI mereka”, tegas Afryansyah.

Ia juga mengatakan bahwa literasi sains menjadi marwahnya MAN IC OKI yang memang tipologinya sains (akademik). (Af)